dalam pergaulan. Mereka dianggap ekstrim dan perlu dijauhi.
Alhamdulillah, di kampus fakultas Kedokteran Unand
mahasiwa angkatanku menjadi pelopor untuk memakai jilbab
sebagai pakaian harian mereka. Mereka mulai memakai
pakaian muslimah setelah jadi mahasiswi dan bergabung
bersama berdiskusi tentang Islam. Dari dua puluh lima
mahasiswi, sebanyak 11 orang pakai jilbab. Walaupun di
angkatan di bawahku hanya 3 orang yang memakai pakaian
muslimah, namun pada angkatan berikutnya dan seterusnya
mereka yang memakai pakaian muslimah semakin banyak.
Kegiatan diskusi dilakukan di masjid Al Furqan
Muhammadiyah di jalan Abdul Muis yang tidak jauh dari
kampus. Kami berdiskusi selesai shalat Jumat. Diskusi ini
dilaksanakan bersama mahasiswa tingkat pertama yang
mengikuti mata kuliah agama Islam. Dengan adanya diskusi
ini, di samping bisa memahami ajaran Islam lebih baik,
silaturrahmi jadi lebih dekat dengan mahasiswa baru.
Dari waktu ke waktu, mahasiswa yang mengikuti
kegiatan pengajian ini semakin banyak dan mereka juga jadi lebih
kritis dibandingkan mahasiswa yang lebih senior.
Tidak jarang mahasiswi memakai pakaian muslimah setelah
mereka mengikuti diskusi. Mereka jadi mengerti dan paham
bahwa dengan melaksanakan ajaran Islam mereka lebih
terhormat dan lebih bermartabat. Hati jadi lebih tenang
karena sebagian tingkah laku mereka telah terlindung dari