Riwayat Hidup Buddha Jilid 2

(Teddy Teguh) #1

LAMPIRAN 6


Kekuatan Buddha 3


Suatu ketika, Buddha berkata :
“Singa, si raja hutan, keluar dari sarangnya saat senja. Kemudian ia merenggangkan diri, melihat
ke sekeliling, menyuarakan raungan singanya, setelah itu baru mulai mencari mangsa.


Sebagian besar binatang yang mendengar raungan singa itu, merasa terkejut dan takut. Mereka
bersembunyi ke sarangnya masing-masing. Burung-burung yang hinggap di dahan pohon pada
terbang. Gajah kerajaan yang diikat pada meronta dan berusaha memutuskan tali ikatan. Setelah
putus, mereka lari sampai terkencing-kencing. Begitu besar pengaruh yang dimiliki singa, si raja
hutan.


Demikian pula saat muncul di dunia ini Buddha yang Maha tahu. Beliau berkhotbah tentang
ketidakkekalan, menyatakan bahwa segala sesuatu yang terkondisi adalah tidak kekal ( annica),
dan segala sesuatu yang tidak kekal merupakan penderitaan ( dukkha ).


Kemudian, sebagian besar para Dewa, terutama yang tinggal di surga tingkat tinggi, setelah
mendengarkan khotbah dari Buddha ini, Mereka merasa terkejut dan takut. Lalu mereka berkata :
“ Kami yang selama ini menganggap diri Kami kekal dan aman, ternyata Kami tidak kekal dan
tidak aman. Masih berada dalam lingkup penderitaan. “


Demikianlah, besarnya pengaruh, wibawa dan keagungan yang dimiliki oleh seorang Buddha. “


( Sumber : Anguttara Nikaya IV , 33 )




Catatan :


Sewaktu Buddha pertama kali berkhotbah di Benares, Beliau menggunakan kesaktian, sehingga
suaraNya bisa terdengar di Surga tingkat pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai di Alam
Brahma ( Surga tingkat tinggi ).


Setelah Buddha selesai berkhotbah, muncul cahaya yang terangnya melebihi cahaya apapun
juga, berasal dari dunia ini, lalu memancar ke seluruh alam semesta, saat itu ribuan sistem tata
surya tergetar dilanda gempa.


Fenomena alam yang luar biasa dahsyat ini, yang disebabkan karena Kebenaran Tertinggi
sudah terkuak dan diberitakan, mau tidak mau menarik perhatian para Dewa. Mereka jadi mau
tahu ada apa.

Free download pdf